1. Tujuan Observasi
1. Mengidentifikasi tradisi sekolah yang dulunya ada namun kini jarang dilakukan atau mulai hilang.
2. Menggali faktor penyebab hilangnya tradisi tersebut.
3. Menilai dampak perubahan tradisi terhadap identitas, karakter, dan kebiasaan siswa.
4. Mengumpulkan data otentik sebagai dasar penulisan teks eksplorasi.
---
2. Ruang Lingkup Observasi
Siswa dapat melakukan observasi pada:
Kegiatan upacara
Kegiatan literasi pagi
Tradisi kebersihan Jumat
Ekstrakurikuler dengan nilai budaya
Tradisi adiwiyata
Perayaan hari besar sekolah
Tata tertib khas sekolah
Penggunaan bahasa daerah / salam khas
Kegiatan seremonial (MOS/ MPLS versi lama, perpisahan, pentas seni, dll.)
---
3. Fokus / Aspek yang Diamati
1. Jenis tradisi sekolah
Tradisi formal (upacara, apel pagi)
Tradisi sosial (salam, budaya antre, gotong royong)
Tradisi lokal (penggunaan bahasa daerah, kearifan lokal)
Tradisi kegiatan (pentas seni, class meeting, doa bersama)
2. Kondisi tradisi saat ini
Masih dilakukan rutin
Dilakukan tetapi sudah jarang
Sudah tidak dilakukan lagi
3. Partisipasi warga sekolah
Siswa
Guru
OSIS
Tenaga kependidikan
4. Penyebab tradisi mulai hilang
Pengaruh teknologi
Perubahan kurikulum
Kurangnya minat siswa
Kebijakan sekolah
Pergantian generasi guru/pengurus
5. Dampak hilangnya tradisi
Dampak terhadap karakter siswa
Dampak sosial
Dampak terhadap identitas sekolah
---
4. Metode Pengumpulan Data
Observasi langsung kegiatan yang masih berlangsung.
Wawancara singkat dengan guru senior, alumni, OSIS, atau kepala sekolah.
Studi dokumen
Foto lama
Buku kenangan
Arsip sekolah
Comparative observation
Bandingkan tradisi dahulu vs kini.
---
5. Petunjuk Pelaksanaan
1. Observasi dilakukan minimal selama dua hari.
2. Gunakan lembar observasi untuk mencatat temuan awal.
3. Validasi temuan melalui wawancara minimal 1 guru atau siswa senior.
4. Tidak mengubah jalannya kegiatan selama observasi.
5. Semua data digunakan untuk menyusun teks eksplorasi yang objektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar